This video contains endoscopic appearence of adeno Ca in Barrett
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 April 2011

Endoskopi Saluran Cerna




Endoskopi adalah suatu tindakan diagnostik dan terapeutik di Bidang Gastroenterohepatologi. Endoskopi adalah alat yang digunakan untuk memeriksa bagian saluran cerna manusia secara visual dengan membidik melalui alat tersebut / melihat melalui layar monitor,sehingga dapat dilihat sejelas-jelasnya setiap kelainan saluran cerna.

Endoskop biasanya digunakan bersama layar monitor sehingga gambaran organ yang diperiksa tidak hanya dilihat sendiri oleh operator, tetapi juga oleh orang lain di sekitarnya. Gambar yang diperoleh selama pemeriksaan biasanya direkam untuk dokumentasi atau evaluasi lebih lanjut.Secara sederhana dalam bahasa awam teknik endoskopi adalah memasukkan sebuah kamera mungil ke dalam lumen usus manusia sehingga citra lumen usus dapat ditampilkan di layar monitor dalam bentuk video.

Beberapa jenis gangguan yang dapat dilihat dengan endoskopi antara lain : abses, sirosis biliaris, perdarahan, bronkhitis, kanker, kista, batu empedu, tumor, polip, tukak, dan lain-lain.

Pemeriksaan endoskopi  ini merupakan salah satu sarana penunjang diagnostik yang cukup handal. Setelah ditemukannya endoskopi  yang lentur  perkembangan Gastroenterohepatologi menjadi pesat dan bahkan alat tersebut saat ini dapat juga dipakai sebagai alat terapeutik.

Endoskopi tidak hanya berfungsi sebagai alat periksa tetapi juga untuk melakukan tindakan medis seperti pengangkatan polip, penjahitan, dan lain-lain. Selain itu, endoskopi juga dapat digunakan untuk mengambil sampel jaringan jika dicurigai jaringan tersebut terkena kanker atau gangguan lainnya.

Endoskopi  membantu seorang dokter untuk melihat langsung kondisi lumen saluran cerna termasuk saluran pankreas, kandung empedu beserta salurannya. Dengan melihat langsung keadaan dalam lumen tersebut tentu lebih banyak memberikan informasi dibandingkan dengan hasil yang diperoleh menggunakan cara tak langsung seperti menggunakan x-ray maupun CT-Scan.

Suatu hal yang penting bahwa seorang ahli endoskopi haruslah seseorang yang mempunyai pengetahuan mengenai saluran cerna, menguasai teknik serta keterampilan yang cukup untuk melakukan tindakan endoskopi . Di berbagai negara termasuk di Indonesia perkumpulan ahli Gastroenterologi-nya telah membuat suatu konsensus mengenai penggunaan endoskopi. Konsensus tersebut meliputi persyaratan pemakaian, pelatihan petugas, ekspertise serta penerapannya dalam penanganan penderita yang secara berkala selalu dapat diperbaharui sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan.

Untuk melakukan tindakan endoskopi  diperlukan pengetahuan, pendidikan, pelatihan ketrampilan serta pengalaman yang cukup untuk mencapai kompetensi yang telah dtetapkan oleh kolegium dokter subspesialis gastroenterohepatologi.Untuk dapat menguasai prosedur Endoskopi  diperlukan syarat-syarat dasar tertentu di antaranya adalah menjalani pendidikan / pelatihan di pusat pelayanan kesehatan atau rumah sakit pendidikan yang memiliki fasilitas dan tenaga ahli endoskopi.

Pusat Endoskopi Saluran Cerna RSCM

Sejak Februari 2011 Pusat Endoskopi Saluran Cerna di Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo telah diresmikan dan telah memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan pelayanan diagnostik dan terapeutik di Bidang gastroenterologi. Pusat tersebut terletak di tengah-tengah RSCM, tepatnya di Belakang Gedung IGD RSCM.

Kamis, 14 April 2011

Sertifikasi Tenaga Kesehatan

Seperti telah kita dapatkan salah satu pengetahuan mengenai sertifikasi tenaga kesehatan dalam kuliah Diklat Jabfung Administrasi Kesehatan, yang disampaikan oleh Bapak Agus Sutarna, yaitu mengenai tenaga kesehatan yang menjadi ekspatriat di negara-negara Australia, Jepang, Hong Kong, dan Timur Tengah (Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab) sebagai perawat (registered nurse).
Jadi Indonesia bukan hanya menjadi negara sumber tenaga kasar, namun SDM terampilnya sudah banyak diminati di luar negeri. Salah satunya adalah perawat. Berita yang disampaikan di Koran Kompas hari ini (Jumat, 30 April 2010) di halaman 13 paling bawah dengan judul Pelayanan Kesehatan: Tenaga Medis Indonesia Diminati di Luar Negeri.
Jadi ingat kuliahnya Pak Agus Sutarna, yang juga mengajar di STIKES Binawan. Sistem registrasi dan akreditasi tenaga kesehatan yang belum maksimal menyebabkan tenaga perawat (Nurse) dari negara kita hanya dihargai atau dinilai sebagai care giver di negara lain, hanya karena tidak dapat menunjukkan secarik kertas sertifikasi. Status ini berdampak pada gaji mereka yang kalau tidak bisa menunjukkan bukti sertifikasi maka akan dipotong gajinya. Misalnya di Kuwait, kalau gaji nurse bersertifikasi mendapat 1.600 dinar, maka kalau tidak bersertifikasi maka hanya mendapat 1.000 dinar. Kalau di Australia gaji RN (registered Nurse) sebesar Aus $ 25/jam (sehari 8 jam kerja). Kalau gak bersertifikat maka ga bakal dibayar sekian.
Coba deh pemerintah kita tahu, berapa besar kenaikan pendapatan devisa negara dari sektor ini. SDM kita adalah terbesar keempat di dunia. Kalau semuanya bernilai dan berharga tentu menjadi asset yang amat berharga. Pemerintrah harus berbuat banyak untuk memperbaiki ini. Kami berharap dalam waktu dekat Indonesia menjadi negara mandiri bebas hutang dengan mengandalkan SDM-nya sebagai asset yang bernilai.
Wassalam